Kemkominfo Minta Klarifikasi Kegagalan Satelit
Selasa, 7 Agustus 2012
(IANN News) Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika akan meminta klarifikasi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) terkait kegagalam Satelit Telkom-3 mencapai orbit saat peluncuran di Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan, pada Senin (6/8) malam.
"Kami belum mendapatkan laporan dari Telkom tentang hal itu. Tetapi kami juga tetap memantau informasi terbaru dari Telkom," kata Dirjen Sumberdaya Perangkat dan Pos Informatika, Muhammad Budi Setiawan, di Jakarta, Selasa.
Menurut Budi Setiawan, pihaknya juga sudah meminta Direktur Penataan Sumber Daya Kemkominfo untuk menanyakan langsung kepada Telkom terkait peristiwa tersebut.
"Terus terang, beberapa bulan lalu sesungguhnya Telkom pernah mengundang Menkominfo Tifatul Sembiring untuk turut menyaksikan peluncuran satelit Telkom-3 tersebut, namun diundur karena alasan teknis di negara tempat peluncuran," ujar Budi.
Sementara itu, Head Of Corporate Communication and Affair (HCCA) Telkom, Slamet Riyadi mengakui terjadi kegagalan pada Satelit Telkom-3 karena tidak berfungsinya roket Briz-M secara sempurna.
Meski begitu, Slamet belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut karena masih harus menunggu konfirmasi resmi dari pihak ISS-Reshetnev sebagai pihak yang membangun satelit Telkom-3.
Sementara itu Badan Antariksa Federal Rusia, Roscosmos mengumumkan bahwa roket pembawa dengan pendorong Briz-M yang diluncurkan gagal menempatkan dua satelit telekomunikasi di orbit transisi.
"Briz-M dan kedua satelit tidak terdeteksi di orbit transisi," demikian pernyataan resmi Roscosmos seperti dikutip kantor berita RIA Novosti.
Menurut catatan, Satelit Telkom-3 yang dibangun senilai 200 juta dolar AS atau setara dengan sekitar Rp1,95 triliun ini berkapasitas 42 transponder (setara 49 transponder @36MHz), terdiri atas 24 transponder @36MHz Standart C-band, 8 transponder @54 MHz Ext, C-band, dan 4 transponder @36 MHz, 6 transponder @54 MHz Ku-Band.
Dari 42 transponder satelit Telkom-3 tersebut, sebanyak 40-45 persen atau sekitar 20 transponder akan dikomersilkan, sedangkan sisanya untuk menambah kapasitas seluruh layanan Telkom Group.
Adapun cakupan geografis satelit Telkom 3 mencakup Standart C-band (Indonesia dan ASEAN), Ext C-band (Indonesia dan Malaysia), serta Ku-Band (Indonesia).
- Tanjung Priok Mulai Dipadati Pemudik
- UI Harapkan Masukan Masyarakat
- Anak Aniaya Ibunya Lantaran Tak Diberi Uang
- PPATK Telusuri Transaksi Mencurigakan SIM
- Satelit Telkom-3 Gagal Mencapai Orbit
- Pramono: Mengapa Polri Tidak 'Legowo'
- Jubir Presiden: Tidak Ada Konflik KPK-Polri
- Warga Jakarta Serbu Penukaran Uang di Monas
- Tim Fauzi-Nara: Rhoma Bukan Kampanye
- Pimpinan Banggar DPR Jadi Saksi Wa Ode














